Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19 Melalui Edukasi Adaptasi New Normal

Upaya Pencegahan Penyebaran Covid-19 Melalui Edukasi Adaptasi New Normal
Novi Pujianti
novipujianti98@gmail.com
Tadris Matematika
IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Abstract
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan factor-faktor yang membuat kurangnya rasa peduli dan kesadaran masyarakat Cucimanah Barat dan Timur dalam upaya pencegahan Covid-19 di era new normal dan juga solusinya. Masalah utama yang muncul di kalangan masyarakat kampung Cucimanah Barat dan Timur adalah kurangnya kesadaran dan pengetahuan mengenai pencegahan Covid-19 di era new normal ini. Jalan keluar untuk memutus mata rantai penularan infeksi virus corona yaitu dengan Adaptasi ‘new normal’. New Normal ” dinarasikan menjadi “Adaptasi Kebiasaan Baru”. Kebiasaan baru untuk hidup lebih sehat harus terus menerus dilakukan di masyarakat dan setiap individu, sehingga menjadi norma sosial dan norma individu baru dalam kehidupan sehari hari.
PENDAHULUAN
Pada awal tahun 2020 muncul wabah yang memberi dampak besar di setiap aspek, yaitu wabah Covid-19. Salah satunya negara yang terdampak adalah Indonesia. Langkah-langkah telah dilakukan oleh pemerintah untuk dapat menyelesaikan kasus luar biasa ini, salah satunya adalah dengan melakukan kebijakan lockdown (dalam KBBI diterjemahkan sebagai karantina wilayah) untuk membatasi penyebaran virus ini, kebijakan lockdown dimodifikasi sedemikian rupa. Kebijakan “New Normal” memiliki beberapa tantangan yang muncul terkait penerapannya dimasyarakat, yatu tantangan pertama adalah, pemahaman yang beragam di masyarakat terkait “New Normal”. Tantangan kedua, belum adanya kesadaran masyarakat untuk mengimpelentasikan perilaku dalam tatanan hidup normal yang baru. Selain itu, rasa takut atas penularan virus Covid-19 juga bisa menjadi tantangan dari penerapan “New Normal”. Karena selama ini masyarakat merasa aman saat lebih banyak beraktivitas dirumah.
Saat ini sudah vaksin untuk mengatasi penyakit ini walaupun sudah ditemukan vaksin tetap saja virus corona penyebab penyakit Covid-19 ini masih tetap ada dan tinggal bersama-sama dalam lingkungan hidup manusia. Adaptasi dengan new normal menjadi jalan keluar untuk memutus mata rantai dan penularan Covid-19. Prinsip new normal adalah bisa menyesuaikan dengan pola hidup. Adaptasi New Normal atau Kebiasaan Baru ini juga merupakan sebuah strategi pencegahan terhadap penyebaran virus Covid-19 dengan mengikuti langkah 5 M yaitu Mencuci tangan, Memakai masker, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, dan Mengurangi mobilitas. Selain itu menerapkan pola hidup yang sehat dengan makan makan yang bergizi, cukup istirahat dan rajin berolahraga supaya meningkatkan imun tubuh. Adaptasi kebiasan baru harus diterapkan di mana saja kita berada, baik di rumah, sekolah, kantor, tempat-tempat ibadah, tempat umum lainnya seperti pasar, mall dan terminal. Dengan menerapkan Adaptasi New Normal sehingga masyarakat tetap bisa bekerja , belajar, beribadah dan beraktivitas lainnya dengan aman dan sehat. Kefektifan penerapan “New Normal” bisa dilihat bagaimana pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang sudah diterapkan terutama di Indonesia.
METODE
Penelitian ini dilaksanakan di Kampung Cucimanah Barat dan Timur Kelurahan Jagasatru. Pengambilan data dilakukan selama bulan Juli 2021. Metode pemecahan masalah dalam kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat Kampung Cucimanah Barat dan Timur terhadap New Normal dengan melakukan sosialisasi secara langsung maupun secara online. Dengan memberikan informasi dan sosialisasi mengenai adaptasi kebiasaan baru pada masa pandemi Covid-19. Didalam sosialisasi tersebut masyarakat akan mendapatkan edukasi ceramah yang nantinya akan memperjelas informasi mengenai New Normal.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil
Kegiatan menyebar angket di Cucimanah Timur dan Barat dilaksanakan selama dua kali, yaitu pada saat sebelum dilakukan ceramah atau edukasi tentang new normal dan setelah dilakukan edukasi tentang new normal. Kondisi awal responden di Cucimanah yaitu mereka sering mendengar tentang new normal bahkan sudah tidak asing lagi di telinganya. Namun pemahaman tentang new normal sendiri mereka belum memahaminya bahkan beberapa responden menyalah artikan new normal. Mereka beranggapan bahwa new normal merupakan kebebasan, masyarakat dapat bebas melakukan aktivitas seperti biasanya seakan-akan pandemi ini sudah usai.
Padahal New Normal merupakan kebiasaan baru dalam artian kebiasaan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Masyarakat dapat melakukan aktivitas seperti biasa seperti sebelum pandemi namun ada batasan-batasan yang mengaturnya, yaitu dengan menerapkan protokol kesehatan dengan pengecekan suhu tubuh pada tiap-tiap tempat umum, memakai masker jika keluar rumah, menggunakan handsanitizer/cuci tangan sebelum dan sesudah memegang benda-benda yang ada, membawa alat ibadah sendiri, membawa helm pribadi bagi pengguna ojek online, membawa tissue, menerapkan physical distancing, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas di luar rumah jika tidak ada kepentingan mendesak untuk memutus rantai penyebaran virus Covid-19. Banyak responden mengabaikan prokes ketika new normal karena belum memahami makna dari new normal tersebut. Maka dari itu penulis melakukan ceramah atau edukasi kepada masyarakat sekitar Cucimanah Barat dan Timur supaya tidak salah paham dalam memaknai new normal dan mengurangi angka peningkatan positif corona di Kota Cirebon. Setelah dilakukan ceramah atau edukasi tentang new normal, kemudian dilakukan penyebaran angket yang ke 2 pada responden yang sama. Hasilnya yaitu responden menjadi paham makna new normal, starter kit new normal dan responden pun lebih melindungi diri dan berhatihati dalam menghadapi pandemi ini dengan memakai masker saat keluar rumah, lebih rajin cuci tangan, menghindari kerumunan, menjaga jarak dan membawa barang kebutuhan pribadi saat bepergiaan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.

  1. Edukasi dan pembagian new normal starter kit
    Edukasi yang dibarengi dengan pembagian new normal starter kit berupa masker dan handsanitizer dilaksanakan dengan menyampaikan materi mengenai penerapan protokol kesehatan saat beraktivitas di luar rumah yaitu tentang pentingnya penggunaan masker dan pentingnya cuci tangan.
  2. Edukasi pembuatan handsanitizer alami dan minuman herbal untuk pengobatan dan pencegahan Covid-19
    Edukasi pembuatan handsanitizer alami dan minuman herbal untuk pengobatan dan pencegahan Covid-19 juga diberikan kepada para warga. Adanya larangan berkumpul yang dikeluarkan pemerintah menyebabkan edukasi dilakukan dengan mengundang perwakilan ibu – ibu PKK dan perwakilan muda – mudi. Edukasi pembuatan handsanitizer alami dan minuman herbal untuk pengobatan dan pencegahan Covid-19 dilakukan dengan tujuan agar masyarakat bisa membuat handsanitizer alami dan minuman herbal untuk pengobatan dan pencegahan Covid-19 sendiri di rumah dan meminimalisir pengeluaran untuk membeli handsanitizer alami dan obat obatan yang sulit didapat. Selain itu, edukasi pembuatan handsanitizer alami dan minuman herbal untuk pengobatan dan pencegahan Covid-19 juga sebagai kegiatan produktif di rumah sehingga dapat mengurangi aktivitas di luar rumah.
    Pembahasan
    Dalam edukasi New Normal, penulis mesosialisasikan langsung kepada perwakilan ibu – ibu PKK dan muda mudi kampong Cucimanah Barat dan Timur. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat di kampong Cucimanah lebih paham dan menerapkan adaptasi kebiasaan baru saat Pandemi Covid-19.
    Terdapat dua metode yang penulis gunakan dalam mengedukasi masyarakat Salatiga, yakni metode ceramah dan media edukasi melalui media sosial. Penggunaan media sosial apabila digunakan dengan bijak maka akan bermanfaat bagi masyarakat. Misalnya penggunaan medsos sebagai media edukasi atau penyebaran informasi positif kepada masyarakat. Dengan medsos kita dapat menjangkau banyak orang karena jarak bukan menjadi masalah bagi masyarakat untuk berinteraksi satu sama lain.
    Langkah-langkah pembuatan media edukasi New Normal melalui Sosial Media :
  3. Pemilihan Media digunakan dalam mengedukasi.
    Media sosial yang penulis gunakan yaitu Instagram karena sebagian besar anggota kelompok KKN memiliki Instagram. Sedangkan penulis menggunakan media ceramah dalam mengedukasi secara tatap muka (offline).
  4. Perancangan Konten Edukasi.
    Konten edukasi yang digunakan penulis himpun dari berbagai sumber terpercaya dan bukan hoax, yakni dari Website Gugus Tugas Pemerintah Indonesia (https://covid19.go.id) , WHO, Badan Nasional Penanggulangan Bencana Indonesia (BNPB), dsb. Setelah mencari konten, selanjutnya penulis membuat desain poster menggunakan berbagai ragam aplikasi, yakni canva.
  5. Penyebaran Poster, pembuatan handsanitizer alami dan minuman herbal untuk pencegahan dan pengobatan Covid-19 kepada Masyarakat.
    Dalam penyebaran konten edukasi secara online penulis menggunakan poster atau pamphlet pembuatannya yang diposting di akun Instagram masing-masing atau membagikannya lewat whatsapp grup kampung Cucimanah Barat dan Timur. Sedangkan secara offline penulis mengedukasi menggunakan poster yang diprint kemudian ditempel di berbagai tempat di tempat yang sering dilalui banyak orang atau tempat strategis. Kemudian mengadakan sosialisasi pembuatan handsanitizer alami dan minuman herbal untuk pengobatan dan pencegahan Covid-19 (Samilakor). Selain itu , secara tatap muka penulis mengedukasi warga di desa dengan metode ceramah. Sejumlah 10 orang warga dikumpulkan di baperkam dengan menetapkan protokol new normal (penggunaan masker, penyediaan handsanitizer, dan jaga jarak fisik).
    KESIMPULAN
    KKN DR 2021 Tanggap Wabah COVID-19 merupakan salah satu upaya untuk mencegah penyebaran Covid-19 dikalangan masyarakat. Kegiatan KKN COVID-19 yang telah dilaksanakan berlokasi di Kampung Cucimanah Barat dan Timur Kelurahan Jagasatru Kecamatan Pekalipan. Program yang telah dilaksanakan yaitu edukasi dan pembagian new normal starter kit, edukasi PHBS dan new normal baik secara offline, edukasi pembuatan handasanitizer, edukasi pembuatan minuman herbal pencegahan dan pengobatan Covid-19 (Samilakor), pemasangan poster adaptasi kebiasaan baru dan penyemprotan disenfektan di masing-masing rumah warga. Hasil dari program KKN yang telah dilaksanakan yaitu masyarakat lebih memahami mengenai COVID-19 dan dampak yang ditimbulkan.
    Kegiatan menyebar angket di kampung Cucimanah Barat dan Timur dilaksanakan selama dua kali, yaitu pada saat sebelum dilakukan ceramah atau edukasi tentang new normal dan setelah dilakukan edukasi tentang new normal. Hasil setelah dilakukannya edukasi yaitu responden menjadi paham makna new normal, starter kit new normal, dan responden pun lebih melindungi diri dan berhati-hati dalam menghadapi pandemic ini dengan memakai masker saat keluar rumah, lebih rajin cuci tangan, menghindari kerumunan, menjaga jarak, mengurangi mobilitas dan membawa barang kebutuhan pribadi saat bepergiaan untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.

REFERENSI
Andria Pragholapati. 2020. New Normal “Indonesia” After Covid19 Pandemic.
Andrian Habibi. 2020. Normal Baru Pasca Covid-19. ‘Adalah: Buletin Hukum dan Keadilan. Vol. 4 No.1.
Christopher Ryalino. 2020. How Indonesia Copes with Coronavirus disease 2019 so far (part two): Is The Country Ready for The New Borm?. Journal of Sthesiology.Vol. 4 Issue 3.
Dana Riksa Buana. 2020. Analisis Perilaku Masyarakat Indonesia dalam Menghadapi Pandemi Virus Corona (Covid-19) dan Kiat Menjaga Kesejahteraan Jiwa. Jurnal Sosial & Budaya Syar-i. Vol.7 No.3.
Fajar WH. 2020 Mengenal Konsep New Normal.
Lintas Pakar. 2020. Covid-19: Indonesia, New Normal, dan Sebuah Pembelajaran.
Aini, & Sriasih, M. (2020). Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Tempat Kerja Sebagai Upaya Pencegahan Penularan Covid 19. Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Original, 3(2), 171–174

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai